Google+

Pemimpin Yang Fakir

Leave a comment

October 30, 2012 by rayyanmaretan

Sa’id bin Amir Al-Jumahi datang kepada Umar bin Khattab pada awal masa kekhalifahannya dan berkata, “Wahai Umar, aku mewasiatkan kepadamu untuk takut kepada Allah tentang urusan manusia, dan jangan engkau takut kepada manusia tentang Allah. Dan janganlah ucapanmu menyelisihi perbuatanmu, karena sebaik-baik ucapan adalah yang sesuai dengan perbuatan.
Wahai Umar, hadapkanlah wajahmu untuk mengurus orang-orang yang Allah jadikan dirimu sebagai pemimpin atas mereka, kaum muslimin, jauh maupun dekat. Cintailah untuk mereka apa saja yang engkau cintai untuk dirimu dan keluargamu. Bencilah untuk mereka apa saja yang engkau benci untukmu dan keluargamu. Dan hadanglah kematian demi membela kebenaran dan jangan engkau takut celaan orang yang mencela.”

Umar berkata, “Siapakah yang mampu untuk melakukan hal itu wahai Sa’id?”

Sa’id menjawab, “Orang semisal engkau, yang Allah jadikan dirimu sebagai pemimpin atas umat Muhammad. Tidak ada satu penghalang pun antara ia dengan Allah.”

Setelah itu, Umar meminta bantuan kepada Sa’id. Umar berkata, “Wahai Sa’id, sesungguhnya kami akan menjadikanmu sebagai pemimpin untuk penduduk Himsh.”

Sa’id menjawab, “Aku bersumpah dengan nama Allah, wahai Umar. Jangan engkau membuatku terfitnah dengan dunia!”

Umar marah dan berkata, “Celaka kalian, kalian menjadikan urusan ini (kekhilafahan) di atas leherku lantas kalian mau berlepas dariku? Demi Allah, aku tidak akan membiarkanmu.”

Kemudian Umar mengangkat Sa’id sebagai pemimpin daerah Himsh dan berkata, “Maukah engkau kami tetapkan gaji (upah) bulanan bagimu?”

Sa’id menjawab, “Apa yang akan aku lakukan dengan gaji itu wahai Amirul Mukminin? Sesungguhnya yang diberikan kepadaku dari Baitul Maal telah mencukupi kebutuhanku.”

Sa’id kemudian pergi ke daerah Himsh.

Tidak selang berapa lama, datang para utusan kepercayaan khalifah dari daerah Himsh. Umar berkata kepada mereka, “Tuliskan untukku nama-nama orang fakir di antara kalian sehingga aku bisa menutupi kebutuhan mereka.”

Para utusan itu menyampaikan sebuah buku yang tertera di dalamnya nama Fulan, Fulan, dan Sa’id bin Amir.

Umar berkata, “Siapakah Sa’id bin Amir ini?”

Mereka menjawab, “Pemimpin kami.”

Umar bertanya keheranan, “Pemimpin kalian adalah seorang yang fakir?”

Mereka menjawab, “Ya, demi Allah. Sesungguhnya hari-hari berlalu dalam keadaan api tidak menyala di rumahnya.”

Umar menangis sampai air matanya membasahi jenggotnya. Kemudian ia memerintahkan untuk diambilkan seribu dinar dan membungkusnya dalam kantong. Umar berkata, “Sampaikanlah salamku kepadanya, dan katakanlah kepadanya bahwa Amirul Mukminin mengutus untuk memberikan harta ini kepadamu agar engkau bisa memenuhi kebutuhanmu.”

Datanglah utusan itu kepada Sa’id dengan membawa bungkusan tadi. Sa’id membuka dan melihat isi kantong itu yang ternyata berisi uang dinar. Cepat-cepat Sa’id menjauhkan bungkusan itu darinya dan berkata, “Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun” Seakan-akan telah terjadi sesuatu musibah atau halaman rumahnya ditimpa bencana. Istrinya bangun dengan terkejut dan berkata, “Ada apa wahai Sa’id? Apakah Amirul Mukminin wafat?”

Sa’id menjawab, “Bahkan lebih besar dari itu.”

Istrinya berkata lagi, “Apakah yang lebih besar dari itu semua?”

Sa’id menjawab, “Dunia hendak masuk kepadaku untuk merusak akhiratku, dan fitnah menimpa rumahku.”

Istrinya berkata,”Menghindarlah darinya!” Sementara ia tidak tahu sedikit pun tentang uang-uang dinar itu.

Sa’id berkata, “Apakah engkau mau membantuku untuk itu?”

Istrinya menjawab, “Ya”

Sa’id mengambil uang dinar itu dan membaginya ke kantong-kantong, kemudian memberikannya kepada orang-orang fakir dari kaum muslimin.

sumber: Sirah Sahabat – Dr. Abdurrahman Ra’fat Basya

Komentar Anda ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: